Selasa, 03 Mei 2016

Buktikan Cintamu Karena Cinta Butuh Pengorbanan




Tak ada manusia yang mampu men-definisikan cinta secara sempurna. Tak manusia yang bisa menjelaskan secara pasti tentang bagaimana sebenarnya cinta bekerja pada seorang manusia ; Bagaimana sebenarnya cinta membuat seseorrang menangis dan tertawa ? Mampu membuat seseorang sumringah dan bermasam muka ? Bagaimana cinta mampu mencairkan segala suasana ? Cinta telah mampu menemani beragam perjalanan rasa seorang manusia. Dan begiyu uniknya, cinta juga telah mampu membuat seseorang rela berkorban demi cintanya.
Demikianlah cinta, kalaulah ia benar adanya pada diri seseorang, orang tersebut akan dengan sendirinya rela berkorban hanya untuk membahagiakan orang yang dicinta, atau juga hanya sekedar demi mendapatkan ucapan terima kasih darinya.
Sewajarnya bila berbicara tentang cinta, yang pertama kali muncul di benak seorang muslim adalah bagaimana cintanya pada Sang Pencipta. bukan melulu tentang cinta pada lawan jenis, orang tua-anak, atau harta benda. Setiap muslim yang mengaku mencintai Allah seharusnya rela berkorban untuk menaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagai bukti atas kejujuran cintanya kepada Allah.
Simbol kejujuran cinta dan pengorbanan yang hakiki kepada Allah telah terdapat dalam kisah keluarga Nabi Ibrahim, sang khalilullah (kekasih Allah). Sebuah kisah yang telah Allah abadikan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an. Kisah tersebut bermula pada penantian panjang Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah untuk memiliki seorang anak. Setelah bertahun tahun Nabi Ibrahim menunggu dan memohon kepada Allah agar diberikan seorang anak yang soleh, baik dari istri pertamanya maupun istri keduanya. Hingga akhirnya Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim dan menganugrahkannya seorang putra yang bernama Ismail.
“(Ibrahim berdoa) ‘ya Rabbku, anu-gerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang orang yang shalih’. Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang halim (cerdik dan bijaksana)” (Qs. Ash-Shaffat : 100-101).
Namun ketika Nabi Ismail beranjak dewasa, Nabi Ibrahim di berikan Wahyu oleh Allah SWT untuk menyembelih anak kesayangannya itu. dan Nabi Ibrahim pun  menjalankan wahyu yang telah di berikan padanya setelah ia berunding dan membicarakan hal tersebut kepada Nabi Ismail. Setelah Allah meliha kejujuran Ibrahim dan Ismail dalam berkorban, Allah pun memerintahkan agar penyembelian tersebut dihentikan dan digantikan dengan seekor hewan.
“ Maka ketika keduanya keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya. Lalu kami seru dia: ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,’ Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar”(Ash-Shaffat: 103-107).
Pada akhirnya Nabi Ibrahim memang tidak menyembelih putra kesayangannya. wahyu yang Allah kirimkan lewat mimpi hanyalah untuk membuktikan kejujuran cinta Nabi Ibrahim terhadap Allah dan untuk menguji seberapa besar Ibrahim rela berkorban. Namun demikian, tatkala Ibrahim telah membuktikan cintanya dengan rela berkorban, Allah pun memberikan balasan yang sangat besar, yaitu dengan mengabadikan kisah mereka.
“Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim” (Ash-shaffat: 108-109).
Hingga hari akhir kelak nama Ibrahim dan keluarganya akan senantiasa disanjung sanjung dengan salawat di dalam setiap shalat seorang musli. “kama sholaita ‘ala Ibrahim wa’ala aali Ibrahim......... kama barakta ‘ala Ibrahim wa’ala aali Ibrahim..”. Kaum muslimin pun setiap tahun memperingati Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban sebagai peringatan atas peristiwa agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Juga beberapa peristiwa dalam kejadian Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tersebut Allah jadikan bagian dalam rangkaian ibadah haji.

Kisah Nabi Ibrahim bisa menjadi motivasi bagi kita agar mau berkorban apa saja untuk Allah, untuk membuktikan kejujuran cinta kita.


Cinta butuh pengorbanan adalah pasti dan Cinta tanpa rela berkorban perlu di pertanyakan kejujurannya

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html